Fakta Mengenai Gunung Guntur

tempatwisatagarut.com – Selainnya cantiknya panorama, Gunung Guntur disayangi karena dipandang pas sebagai trek pendakian untuk yang baru memulai karena medannya yang tidak terlampau susah.Pemandangan Gunung Guntur benar-benar cantik untuk disaksikan, khususnya saat pagi hari. Saat matahari berkilau jelas, sisi pucuk gunung kelihatan berlubang sisa letusan. Lereng yang melekuk dan bergelombang kelihatan benar-benar terang.Pada bagian samping Gunung Guntur ada Gunung Putri yang ukuran lebih kecil.Gunung Guntur menghadap langsung ke permukiman masyarakat di Garut.

Udara di teritori kaki Gunung Guntur sangat dingin saat pagi. Temperaturnya dapat capai 14 sampai 10 derajat celcius.Gunung berapi yang sekarang ini diatur oleh Balai Pelestarian dan Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Dinas Perhutani Garut ini statusnya masih aktif. Masyarakat bahkan juga sempat gempar saat Gunung Guntur dirumorkan akan meledak tahun 2013 kemarin.

Sisi dari Cagar Alam

Bukti menarik Gunung Guntur pertama ialah bukti jika gunung ini sebagai sisi dari cagar alam atau Teritori yang diproteksi oleh pemerintahan, ini karena gunung yang mempunyai ketinggian 2.249 bersisihan dengan Gunung Papandayan dan Gunung Cikuray.

Hukuman Pidana untuk Pelanggar

Bukti ke-2 ialah ada hukuman untuk pelanggar, karena Gunung Guntur terhitung wilayah konservas yang diproteksi karena itu semua tipe kegiatan yang sudah dilakukan harus berdasar ijin yang telah disodorkan. Oleh karena itu aka suara hukuman untuk siapa saja yang lakukan semua tipe kegiatan illegal yang sudah dilakukan di Teritori Gunung Guntur.

Siapa saja dengan menyengaja lakukan pelanggaran pada ketetapan seperti diartikan dalam Pasal 19 ayat (1) dan Pasal 33 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda terbanyak Rp. 200 juta.

Dogma Penunggu Rimba Guntur

Sama dengan pegunungan lain di tanah air, Gunung Guntur juga tidak terlepas dari dogma. Apa dogma Gunung Guntur?

Baca Juga : Pineus Forest View, Wisata Instagramable Di Perbatasan Garut-Tasik

Dari beberapa pengalaman pendaki ada dua figur yang kabarnya selalu memperlihatkan diri ke beberapa pendaki, figur itu ialah harimau besar dan kakek penjual kelapa. Apa kalian yakin?

Pemberian nama ‘Gunung Guntur’

Kemungkinan ada banyak yang belum mengetahui, Gunung Guntur semula memiliki nama Gunung Kutu. Nach tapi setelah berlangsungnya letusan hebat di Gunung Kutu, masyrakat sekitaran menyebutkan gunung Kutu bernama Guntur yang bermakna ‘halilintar’, memvisualisasikan letusannya yang seperti halilintar, bergelora.

Jadi sumber suara misteri

Beberapa tahun kemarin, Gunung Guntur pernah disebutkan jadi sumber suara dentuman misteri yang terdengar masyarakat Bandung. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Musibah Geologi (PVMBG) pastikan suara bukan datang dari kegiatan gunung api.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *